Senin, Mei 04, 2009

"Merapikan Rambut dan Kuku"


Diantara beberapa hal yang dianjurkan oleh Rasulullah saw, terkait dengan kebersihan dan kerapian, adalah memotong kuku dan mencukur serta merapikan rambut. Seperti yang disebutkan dalam hadist nabi yang diriwayat oleh Anas bin Malik ra., ia berkata :
“Kita diberikan batas waktu dalam mencukur kumis, memotong kuku, membersikan bulu ketiak dan mencukur rambut kemaluan. Janganlah kita biarkan lebih dari 40 hari”.
(HR. Muslim).


Hadist di atas dengan jelas menyebutkan bahwa Rasulullah saw menganjurkan kepada sahabatnya agar memotong kuku, serta merapikan kumis, bulu ketiak dan rambut kemaluan, sekurang – kurangnya 40 hari sekali. Bahkan lebih baik setiap seminggu sekali kita memotong atau merapikannya.
Selain untuk alasan kesehatan, Rasulullah saw juga menganjurkan agar kita merawat rambut kumis dan janggut, karena beliau tidak menyukai umat yang senang menyerupai atau berpenampilan seperti orang musyrik.

Sebagaimana diriwayatkan dari Ibu Umar ra., ia berkata :
“Rasulullah saw, telah bersabda, ”Janganlah kamu meniru orang – orang musyrik. Cukurlah kumis dan rapikan jenggotmu”.
(HR. Bukhari Muslim).


Hadis tersebut sekaligus menunjukkan bahwa orang – orang musrik dulu, identik dengan penampilan urakan, seperti membiarkan kumis dan janggutnya terurai tak terurus. Maka Rasulullah saw melarang umat Islam untuk berprilaku seperti orang – orang musyrik tersebut.

Ada juga hadist yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. Menyebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda :
“Berpenampilan bedalah dari orang – orang musyrik, panjangkanlah jenggot, cukurlah kumis. Dan Ibnu Umar menunaikan haji atau umrah, maka ia menggenggam jenggotnya dan sisanya ia potong”.
(HR. Bukhari)


Lebih jelas lagi, hadist di atas mengilustrasikan bagaimana sahabat sahabat Nabi bernama Ibnu Umar memotong jenggotnya dengan cara menggenggam, kemudian memotong sisanya. Setidaknya, demikian standart kerapian yang di anjurkan oleh Rasulullah saw, yaitu sekitar satu genggaman tangan dari dagu.

Menyisir Rambut
Menyisir serta meminyaki rambut, menggunting atau merapikan kumis bagi laki – laki serta memelihara jenggot secara wajar (tidak mengguntingnnya terlalu tipis atau membiarkannya sangat panjang atau lebat) adalah anjuran dari Rasulullah saw.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Malik dari Atha’ bin Yasar ra., bahwa seorang laki – laki datang menghadap Rasulullah saw, dengan rambut dan jenggot yang kering dan acak – acakan (tidak tersisir rapi), maka Nabi saw. mengisyaratkan kepadanya agar merapikan rambutnya itu. Tak lama kemudian orang tersebut datang lagi dalam keadaan rapi dan Nabi pun bersabda :
“Bukankah yang seperti ini lebih baik daripada jika seseorang dari kalian datang dengan rambut yang acak – acakan seperti setan?”.

“Ada lima hal yang termasuk fitrah, diantaranya adalah : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak”.

Nah … itulah sekelumit tentang merapikan rambut dan kuku ala Rasulullah saw. mudah-mudahan kita pun bisa melaksankannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mOnggO ninggalaken kOmentar njiiih