Tampilkan postingan dengan label Penyejuk Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyejuk Hati. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 04, 2009

"Doa Itu Ibadah"


Doa adalah salah satu dari rangkaian ibadah. Kita seringkali mengalami beragam cobaan, dan pastinya kita membutuhkan Tuhan. Semua manusia memiliki harapan yang ingin diwujudkan menjadi sebuah kenyataan. Semua manusia melakukan maksiat dan dosa kepada Allah; harapan mereka hanya satu, Allah mengampuni segala dosa yang telah di perbuatnya. Dengan demikian, suatu hal yang mutlak bahwa setiap manusia mempunyai sebuah permintaan kepada Allah. Dan itulah yang di sebut dengan DOA.

Allah swt telah berfirman :
“Wahai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah, sedang Allah, Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji”.
(QS. Fathir :15)

Dan dalam Firman-Nya yang lain:
“Tuhanmu berfirman,”berdoalaaaaah kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang – orang yang menyombongkan diri dang menyembah –Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina”.
(QS. Ghafir : 60)


Ayat tersebut mempunyai makna bahwa Allah telah mengatakan bahwa hanya dengan berdoa kepada-Nya doa itu pasti Dia kabulkan.Dia telah mengatakan dengan jelas dalam ayat tersebut.

Seorang laki – laki mendatangi Nabi saw dan berkata kepada beliau,”Wahai Rasulullah! Apakah Tuhan kita jauh hingga kita memanggil-Nya, ataukah Dia dekat hingga kita cukup bermunajat kepada-Nya? Apakah Dia jauh, hingga kita tetap memanggil-Nya Wahai Tuhan, Wahai Tuhan! Ataukan Dia dekat hingga kita cukup bermunajat kepada-Nya dengan tenang?” .Nabi terdiam, hingga turun firman Allahh swt yang berbunyi :
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku. Karena itu, hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.
(QS. Al-Baqarah : 186)

Rasulullah mengajarkan kepada kita dalam sabdanya yang berbunyi,  
"Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah, Allah pun murka kepadanya”.
(HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah ra)

Orang yang tidak terbiasa berdoa kepada Allah, Allah akan murka kepadanya. Hendaknya tangan selalu terangkat untuk berdoa kepada Allah swt.
Marilah kita renungkan sabda – sabda Rasulullah di atas, karena hali itu akam memberikan kemampuan kepada kita dan menjadi sebuah motivasi dalam diri kita untuk selalu berdoa kepada Allah swt.

Rasulullah saw bersabda,
”Sesungguhnya Allah Mahamalu lagi Maha Pemurah. Ia merasa malu bilamana hamba-Nya mengangkat tangan kearah-Nya dan menariknya kembali dengan tangan kosong”.
(HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah dari Anas ra)


Mengapa Doa Tidak Dikabulkan
Masalahnya adalah sebagian dari kita mengadu bahwa mereka telah berdoa, namun doa itu tidak kunjung dikabulkan. Mungkinkah hal itu terjadi? Padahal Allah telah berjanji untuk mengabulkan setiap doa – doa kita.
Hal ini bisa disebabkan karena kita kurang yakin dalam berdoa, Maksudnya, jika kita tidak yakin dalam berdoa, doa kita tidak akan dikabulkan. Sebab lain dibalik tidak dikabulkannya doa adalah sebuah hikmah yang bisa kita petik. Artinya, jika Allah swt melarang kita dari sesuatu yang kita minta, mungkin karena hal itu tidak bermanfaat untuk kita.

Allah swt menunda mengabulkan doa hamba-Nya karena Allah swt mencintai hamba tersebut.
Terdapat sebuag Hadist yang menguatkan hal tersebut:
“Sesungguhnya Allah berkata kepada Jibril, “Wahai jibril, apakah hamba-Ku berdoa kepada-Ku?” Jibril menjawab,” Ya , Wahai Tuhan!” Allah berkata, “Apakah hamba-Ku itu terus-menerus (tidak henti-henti)nya berdoa kepada-Ku?” Jibril menjawab, “Ya Wahai Tuhan!”. Allah swt berkata lagi, “Wahai Jibril, akhirnya (tunda) saja permintaan hamba-Ku tersebut, karena Aku menyukai (untuk mendengarkan) rintihan suaranya!”.
(HR. Anas ra).


Terkadang Allah swt menunda mengabulkan doa karena ia hendak mengajari kita cara menyembah kepada-Nya, hingga kita merasakan manisnya berTaqarrub kepada Allah.
Seperti sabda Rasulullah saw yang berbunyi:
“Tidaklah seorang hamba berdoa, kecuali Allah mendatangkan apa yang telah ia minta, atau menjauhkan kejahatan yang semisal darinya (doa tersebut), bilamana dia tidak meminta sesuatu yang buruk atau memutuskan tali silaturahmi”.
(HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah ra).


Dimana dosa si hamba dihapuskan sebanyak kadar dosanya. Bayangkan, jika kita tetap memaksa (tanpa berhenti) berdoa selama seminggu, sebulan atau setahun, sedangkan jawaban dari doa tersebut Ia tunda. Dan ternyata dosa-dosa kita diampuni. Kesimpulannya, jika Allah swt menunda terkabulnya doa kita, hal itu dikarenakan Ia senang mendengarkan rintihan suara kita ketika berdoa.

Allah stw juga menunda terkabulnya doa karena Allah ingin mengajarkan agar kita terus berusaha melawan setan yang sedang menggoda kita dengan berkata , “Allah telah meninggalkanmu, dan tidak mengabulkan permintaanmu”. Allah swt hendak mengajarkan kepada kita untuk mengusir setan yang berada di sekeliling kita dan berkata kepadanya, “Allah akan mengabullan doa-doaku walau sekeras apapun hatiku”.

Syarat terkabulnya Doa
Ada beberapa syarat di dalam berdoa , agar doa kita bisa dikabulkan oleh Allah swt, yaitu antara lain seperti dibawah ini :
  1. Yakin Kita harus yakin Allah swt akan mengabulkan doa kita.
  2. Khusyu’. Dalam berdoa kita harus Khusyu’, tidak boleh lengah atau lupa. Seperti diterangkan dalam Hadist Rasulullah yang berbunyi, “Ketahuilah, Allah swt tidak akan mengabulkan doa yang kelaur dari hati yang lengah dan lupa”. (HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi)
  3. Tidak cepat –cepat. Hendaknya kita dalam berdoa harus berhati-hati dan tidak terburu – buru. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda: “Doa kamu dikabulkan bila kamu tidak berkata ‘aku telah berdoa’, dan doaku tidak dikabulkan”.(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra)
  4. Berdoalah dengan apa yang terlintas dalam hatimu.
Maka kita berdoa dengan segala apa yang telah kita rasakan. Kita tidak harus berpuitis dalam berdoa, kita harus katakan dengan hati kita. Berdoalah hanya kepada Allah swt, karena Dia Maha Pemurah dan Maha Pengampun.

Wallahu a’lam.

sumber: buku "Dengarkan Suara Hati" ('Amru Khalid) , salah satu koleksi buku_Q

Baca Selengkapnya...

Sabtu, Mei 02, 2009

"10 pOin Kebahagian"

Mencari kebahagiaan adalah fitrah murni setiap manusia. Tidak melihat apakah itu lelaki atau perempuan, tua atau muda, orang kaya atau orang miskin, orang besar atau orang kecil. Semua menginginkan kebahagiaan. Segala tindak tanduk manusia dapat kita lihat tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mencari kebahagiaan.

Kebahagiaan itu bukan terletak pada tangan, mata, kaki, telinga atau yang lainnya. Tetapi kebahagiaan itu terletak pada hati atau jiwa. Orang yang mendapat kebahagiaan akan merasa ketenangan hati, ketenangan jiwa dan keindahan ruh. Kalau kita lihat berbagai cara dan jalan telah ditempuh oleh manusia untuk mendapatkan kebahagiaan. Ada yang mencari kebahagiaan melalui kekayaan, pangkat, nama, kemasyhuran atau isteri yang cantik. Tetapi yang menjadi permasalahan sekarang adalah, benarkan semua itu dapat memuaskan hati manusia dengan mutlak?

Kalau mencari kebahagiaan itu diusahakan dengan kebendaan (kekayaan, pangkat dan jabatan, nama dan glamOr), percayalah…manusia akan gagal mencapai kebahagiaan,yang ada adalah manusia akan mencapai kekecewaan, manusia akan merasa malang sepanjang hari, jiwa tidak tenang, tidak tenteram sepanjang masa. Inilah yang dikatakan Neraka sementara sebelum merasakan Neraka yang hakiki dan dahsyat serta mengerikan di akhirat nanti.

Ada beberapa kiat untuk mencapai kebahagian tersebut:
  1. Hidup hemat dan bijaksana dalam mengeluarkan uang. Orang yang gemar berbelanja, tidak pernah,  tidak akan pernah merasa cukup bahkan menjadi semakin kikir dan serakah. Hidup hemat merupakan kunci kepuasan diri.
  2. Jangan terlalu gelisah menghadapi masa depan. Janganlah terlalu berangan -angan dan yakinlah bahwa masalah rejeki itu sudah ditentukan dan pasti sampai kepadamu.
  3. Bertakwa kepada Allah SWt, seperti Firmannya yang berbunyi: "Barangsiapa bertakwa, maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar dan memberikan rejeki dari aeah yang tidak disangka - sangka". (QS. Ath - Thalaq : 2).
  4. Memahami bahwa di balik kepuasan diri itu terdapat nilai positif tersendiri berupa perasaan cukup, dan bahwa dibalik tamak dan loba terdapat nilai negatif. Kemudian belajar banyak dari semua itu.
  5. Perbanyak merenungi kehidupan para nabi dan orang - orang sholeh dengan difat qana'ah, rendah hati mereka dalam menikmati hidup dan kecintaan mereka terhadap akhirat.
  6. Lihatlah mereka yang bernasib tak lebih baik dari diri kita.
Sedangkan seOrang psikOlOg berkebangsaaaan Amerika (Dr. Dick) mengatakan :"Kehidupan yang bahagia adalah seni keindahan yang memiliki sepuluh kiat", diantaranya :
  1. Melakukan pekerjaan yang disukai. Jika ada kendala dalam pelaksanaanya, makacobalah melakukan apa yang menjadi hobi pada waktu engkau senggang atau pada saat engkau sibuk.
  2. Menjaga kesehatan adalah kunci kebahagiaan itu sendiri. Bentuknya misalnya ,dengan menjaga keseimbangan pola makanan, olah raga dan menjauhi kebiasaan yang membahayakan.
  3. Harus memiliki tujuan dalam hidup, karena itu yang akan membuat bersemangat.
  4. Menerima kehidupan apa adanya dan merasakan manis getirnya hidup.
  5. Menghadapi hidup yang ada hari ini, tidak menyesali yang telah lalu dan tidak bersikap gelisah akan hari hari esok yang belum datang.
  6. Hendaknya selalu berfikir dalam kerja dan mengambil keputusan. Tidak menyalahkan orang lain ketika keputusannya tersebut salah.
  7. Hendaknya melihat orang yang lebih rendah darinya dalam keberuntungan. Karena kadang kita lebih beruntung dari yang lainnya, tapi kita tidak menyadari dan mensyukurinya.
  8. Selalu tersenyum dengan wajah bersei dan selalu bertaman dengan mereka yang optimis.
  9. Hendaknya membantu orang lain bahagia agar ia mendapat curahan kebahagiaan.
  10. Mengambil kesempatan - kesempatan berharga dan menjadikannya sebagai terminal kehidupan.

Pencerahan
"Nikmatilah harimu dan bersungguh - sungguhlah. Carilah sesuatu yang dapat mencegah penderitaan sebelum penderitaanitu datang menyerangmu".



Sumber : buku "Menjadi Wanita Paling Bahagia (salah satu buku koleksiku)
         . : ABOUTMIRACLE’s Weblog : . (http://www.blogger.com)

Baca Selengkapnya...

Sabtu, April 25, 2009

"Sabar"

Saat kita berbicara mengenai kesabaran, otomatis kita membicarakan separuh iman dan juga mengenai fondasi utama agama kita. Kita bisa sabar bila kita memahami esensi dari sabar. Dicontohkan seperti halnya “Matahari tidak muncul tiba – tiba, akan tetapi secara perlahan semakin lama sinarnya semakin terang, Pohon tidak langsung tumbuh, harus disirami, diberi pupuk dan dirawat dengan baik, Janin dalam rahim tidak langsung besar. Bahkan Allah menciptakan langit dan bumi selama enam hari, hikmahnya adalah untuk mengajrkan sifat sabar pada manusia. Allah memiliki nama “Ash Shabbar” yang berarti Yang Maha Sabar.


Nabi saw bersabda. “Tidak ada yang lebih sabar selain Allah. Dia disekutukan, dianggap punya anak, tetapi Dia selalu memaafkan hamba – Nya dan memberi rejeki.”
HR. Ahmad dari Abu Musa al – Asy’ari).

Dijelaskan dalam Al Qur’an bahwa Allah itu Esa. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, tapi masih banyak yang tidak beriman dan tidak taat padanya. Walaupun demikian, Allah selalu memaafkan hamba – Nya.
Manusia diperintahkan untuk taat kepada perintah Tuhannya. Dan taat membutuhkan kesabaran .


Allah berfirman:
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakanya”.
(QS. Thaha : 132)


Dalam melaksanakan apapun diperlukan kesabaran. Mendirikan shalat malam, puasa, haji, menghindari maksiat, semua itu bisa berhasil dilakukan dengan jalan bersabar.

Segalanya Diawali dengan Sabar.
Ada beberapa ayat – ayat Al Qur’an tentang Sabar , diantara adalah:

“Dan bersabarlah kamu bersama – sama dengan orang – orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan seja hari dengan mengharap keridhaan- Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengahrapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan jangalah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya danadalah keadaanya itu melewati batas”.
(QS. Al – Kahfi : 28)

Jauhkanlah diri kita dari teman yang tidak baik dan janganlah berteman dengan orang – orang saleh .

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar – benar berada dalam kerugian, keculai orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.
(QS. Al – ‘Ashr : 1 – 3)

“Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang – orang yang khusuk”.
(QS. Al – Baqarah : 45)

Orang sabar tidak pernah merasa susah dan dia tidak akan mampu membayangkan berapa besar pahala kesabarannya.

Macam – macam Sabar .
Sabar disini ada tiga macam, yaitu :
a. Sabar dalam taat, misalnya menjaga waktu shalat dengan baik, melaksanakan shalat malam,
    rajin berpuasaa dan berdzikir.
b. Sabar untuk tidak bermaksiat, contohnya meninggalkan segala bentuk maksiat
c. Sabar dalam menghadapi cobaan dari Allah. Biasanya manusia memahami bahwa sabar itu
    hanya hadir di saat menghadapi cobaan saja. Padahal tidak demikian, karena sesuatu ada
   dalam genggaman Allah.

Seperti dalam Firmannya yang berbunyi :

“Sesungguhnya hanya orang – orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”.
(QS. Az – Zumar : 10)

Sabar dalam taat dan sabar untuk tidak bermaksiat keduanya lebih sulit melaksankannya, karena keduanya berada dalam kendali setiap individu (diri sendiri). Dimana yang sulit dijalani adalah memerangi nafsu sendiri.
Sabar dalam taat lebih besar nilainya ketimbang sabar untuk tidak bermaksiat, kenapa demikian???. Hali itu dikarenakan kebaikan mendapatkan ganjaran kebaikan yang berlipat ganda. Kalau seorang taat melaksanakan perintah Allah, maka dia akan terhindar dari perbuatan maksiat.

Sabar atas cobaan memang membutuhkan kekuatan iman agar setiap kali datang cobaan tidak pernah marah pada Allah, bahkan selalu mengucap : Alhamdulillah (segala puji bagi Allah).

Semoga dengan pembahasan di atas tentang Sabar, kita bisa belajar mengambil hikmahnya dan belajar bersabar dari sekarang. Agar mendapatkan kebaikan didunia dan di akhirat nantinya

Wallahu Alam

Sumber :Buku “Dengarkan Suara Hati” (‘Amru Khalid)
(salah satu koleksi buku ku)


Baca Selengkapnya...

Jumat, April 24, 2009

*Bersedih (Itu diLarang)*



Artinya :
"Dan, janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati".
(QS. Ali Imran : 139)

Seperti yang di sebutkan pada ayat Al Qur'an di atas di terangkan bahwa "Bersedih itu sangat dilarang. Karena bersedih hanya akan memadamkan api semangat dalam diri kita, meredakan tekad dan membekukan jiwa, sehingga kita menjadi seorang yang pemalas. Dan kesedihan itu ibarat penyakit demam yang membuat tubuh menjadi lemas tak berdaya.


Mengapa demikian ???
Tak lain, karena kesedihan hanya memiliki daya yang menghentikan dan bukan menggerakkan. Dan itu artinya sama sekali tidak bermanfaat bagi hati. Bahkan kesedihan merupakan satu hal yang paling disenangi setan. Maka dari itu, setan selalu berupaya agar seorang hamba bersedih untuk menghentikan setiap langkah dan niat baiknya. Ini telah di peringatkan Allah dalam Firmannya :




Artinya :
"Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang - orang mukmin berduka cita".
(QS. Al Mujadilah : 10)


Dan Rasulullah s.a.w melarang tiga orang yang sedang berada dalam satu majelis, demikian beliau berkata :
"(Janganlah dua orang diantaranya)saling melakukan pembicaraan rahasia tanpa di sertai yang ketiga, sebab yang demikian itu akan membuatnya (yang ketiga) berduka cita".

Dan Bagi seorang mukmin,kesdihan itu tidak pernah diajarkan dan di anjurkan dalam agama islam. Soalnya, kesedihan merupakan penyakit yang berbahaya bagi jiwa. Karena itu pula, setiap muslim di perintahkan untuk mengusir rasa sedih dalam dirinya. Bersedih itu tidak diajarkan dalam agama dan tidak bermanfaat sama sekali. Maka dari itu Rasylullah SAW senantiasa selalu berdoa memohon perlindungan dari Allah agar dijauhkan dari kesedihan. Beliau selalu berdoa seperti ini :




Artinya :
"Ya Allah, aku berlindung kepada - Mu dari rasa sedih dan duka cita".

Meskipun demikian, pada tahap tertentu kesedihan emang tidak dapat dihindari dan seseorang terpaksa harus bersedih karena sesuatu kenyataan yang pahit, sehingga mengakibatkan kesedihan. Tapi disini kita di anjurkan untuk tidak bersedih berlarut - larut. Kita tidak boleh larut dalam kesedihan yang berkepanjangan.
Berkenaan dengan itu, disebutkan bahwa para ahli surga ketika memasuki surga akan berkata,




Artinya:
"Segala puji bari Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami".
QS> Fathir : 34)


Hal ini menandakan bahwa ketika di dunia mereka pernah bersedih senagaimana mereka tentu saja ditimpa musibah yang terjadi di luar ikhtiar mereka. Hanya, ketika kesedihan itu harus terjadi dan jiwa tidak lagi memiliki cara untuk menghindarinya, maka kesedihan itu justru akan mendatangkan pahala. Itu terjadi karena kesedihan yang demikian merupakan bagian dari musin=bah atau cobaan. Maka dari itu, ketika seseorang hamba yang ditimpa kesedihan hendaknya ia selalu melawannya dengan berdoa dan sarana - sarana lain yang memungkinkkan untuk mengusirnya.
Kesedihan yang terpuji adalah kesedihan yang disebabkan oelh ketidakmampuan menjalankan suatu ketaatan atau dikarenakan tersungkur dalam jurang kemaksiatan. Dan kesediahan seorang hamba yang disebabkan oleh kesadaran bahwa kedekatan dan ketaatan dirinya kepada Allah sangat berkurang. Hal itu menandakan bahwa niatnya hidup dan terbuka untuk menerima hidayah dan cahaya - Nya.

Sementara itu, makna sabda Rasulullah dalam sebuah hadist shahih yang berbunyi:
"Tidaklah seseorang mukim ditimpa sebuah kesedihan, kegundahan dan kerisauan, kecuali Allah pasti akan menghapus sebagian dosa - dosanya".
Ini berarti bahwa kesedihan, kegundahan dan kerisauan itu merupakan musibah dari Allah yang apabila menimpa seorang hamba, maka hamba tersebut akan di ampuni sebagian dosa - dosanya. Dengan begitu, hadist di atas berarti tidak menunjukkan bahwa kesedihan, kegundahan dan kerisauan merupakan sebuah keadaan yang harus di minta dan dirasakan.

Dengan demikian, sebaiknya kita sebagai muslim yang baik, hendaknya selalu berusaha untuk selalu gembira dan berlapang dada disaat kita mendapatkan cobaan seberat apapun. Jangan biarkan kita larut dalan kesedihan yang berkepanjangan. Dan jangan lupa juga kita memohon kepada Allah agar selalu diebri kehidupan yang baik dan di ridhai, diberi kejernihan hati dan kelapangan pikiran.
Allah SWT adalah satu - satunya Dzat yang pantas untuk tempat kita memohon agar melapangkan hati kita dengan cahaya iman, menunjukkan hati kepada jalan - Nya yang lurus dan menyelamatkan dari kehidupan yang susah dan menyesatkan.

Sumber : buku LA TAHZAN
Baca Selengkapnya...

Sunnah Rasul (Bersedekah Dengan Senyum)



“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu (HR. Iman Ahmad)

Semua Orang pasti pernah tersenyum. Senyum adalah bagian dari gerak tubuh yang di ekspresikan secara alamiah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa senyum adalah reaksi tawa eskpresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira dan suka cita dengan mengembangkan bagian bibir sedikit.

Senyum merupakan ekspresif positif. Dengan tersenyum, seseorang memberikan kesan baik kepada orang lain. Terkecuali jika tersenyum itu di ungkapkan dengan terpaksa. Memberi senyum merupakan kebaikan, sebab dengan begitu, ia menyenangkan orang lain. Pahalanya sama seperti bersedekah. Itulah sebabnya Nabi senang tersenyum kepada orang lain.


Jarir bin Abdillah pernah bercerita:
“Sejak aku masuk Islam, Nabi tidak pernah menghalangiku untuk menemuinya. Dan setiap kali berjumpa denganku, beliau selalu tersenyum padaku.”
(HR. Bukhari).
Nabi senantiasa mengekspresikan mukanya dengan senyum. Nabi juga mengajarkan kita untuk berlemah lembut, sebab lemah lembut merupakan rahmat dari Allah.

Seperti Firman Allah SWT yang berbunyi :


Artinya :
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
(QS. Ali Imran :159)

Memang ,, tersenyum seakan merupakan hal sederhana. Banyak orang menyepelekannya. Padahal, senyum kepada orang lain mengandung banyak manfaat. Tidak hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi orang yang melakukannya.

Rasulullah mengingatkan “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR. Muslim)

Menyembuhkan Penyakit.
Dari segi kesehatan, tersenyum juga sangat positif. Orang tersenyum akan memperoleh banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan kejiwaan. Nabi sendiri membuktikannya, dimana beliau selalu senantiasa sehat. Karena Nabi murah senyum ketika berinteraksi dengan keluarga maupun para sahabat.

Menurut hasil peneliitian :
1.Senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan bisa berubah. Ketika seseorang
tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang di sekitar pasti
ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia.
2.Senyum bisa menghilangkan gejala stress, bosan dan sedih. Senyum juga bisa
meningkatkan imunitas. Senyum membuat sistem imun bekerja dengan baik.
Rajin tersenyum bisa melepaskan endorphin, pemati rasa alamiah dan serotonin.
Ketiganya adalah hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit. Senyum seperti obat
alami.
Senyum juga membuat kita awet muda. Senyuman bisa menggerakkan banyak otot, akibatnya otot wajah terlatih sehingga kita tak perlu melakukan face lift. Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dan bisa diandalkan.

“Seorang dokter, Mark Stibick, Ph.D, menulis tentang senyum di sebuah media di Amerika. Menurut Mark, senyum membuat orang lebih menarik. Dimana orang yang banyak senyum mempunyai daya tariik tersendiri. Hal ini juga membuat perasaan orang di sekitarnya merasa nyaman dan senang. Sebaliknya, orang yang cemberut, merengut , mengerutkan kening dan menyeringai, membaut orang si sekitar menjadi tidak nyaman. Dipastikan dengan banyak senyum, kita akan memiliki banyak teman. Juga bisa mengubah perassan. Jika kita sedang sedih, cobalah tersenyum. Karena senyuman akan mmbuat perasaan menjadi lebih baik.”


“Dr. Paul Ekman, psikolog dari University o California di San Francisco, menyebutkan bahwa terdapat banyak jenis senyum. Tiap jenis senyum menggunakan kombinasi otot yang sedikit berbeda dan menyampaikan pesan yang berbeda pula. Senyum merupakn ekspesif positif. Namun ada pula senyum yang dipaksakan. Ciri senyum yang di paksakan tidak menyebar ke mata. Orang seperti ini biasanya hanya pura – pura, dan bertujuan menipu. Ada juga jenis senyum mulut tertutup. Senyum seperti ini bagian dari tanda penghargaan, yang digunakan dengan cara yang sopan.

Senyum yang dianjurkan Nabi adalah senyum yang tulus dan ikhlas. Ketulusan dan ikhlas itu penting, sebab di situlah nilai pahala itu tersimpan. Senyum yang tulus hukun nya sunnah. Sama seperti sedekah. Tapi jika senyum diungkapkan secara terpaksa, maka akan bernilai lain. Senyum yang baik akan menjadi berubah menjadi jelek, bahkan dibenci Allah SWT.
Senyum yang mengandung nilai sedekah adalah senyum yang tulus, ikhlas, tidak menipulatif, dan bertujuan untuk menyenangkan orang lain. Ketika orang lain senang, ia juga ikut senang …….. Seperti itulah sifat orang mukmin sejati.

Dari :Buku “Hidayah”
Baca Selengkapnya...

Selasa, September 16, 2008

Hikmah² Shalat


Sesungguhnya Shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan mengingat Allah (Shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah lain) dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. {QS. Al-Ankabut : 45}

Shalat adalah TIANG AGAMA, cahaya keyakinan, penyembuh hati dan pemilik semua perkara. Shalat dapat mencegah kekejian dan kemungkaran, menjauhkan nafsu yang melalu mengajak kepada kejelekan dari segala kejahatan.
Setiap hari seorang muslim menghadap Tuhannya 5X gengan penuh Tawadhu’. Khusyu dan Hina di depan kemuliaan Rabbani. Meletakan wajahnya di hadapan Sang Pencipta semua makhluk, yang tiada sesembahan selain Dia.


Ketika kepala dang punggung digoyangkan untuk Ruku’, Suhud dan Duduk , kemudian berdiri secara berulang-ulang, maka dapat dipastikan beban dOsa yang amat berat itu akan berjatuhan. Selain itu … Orang yang Shalat bisa di ibaratkan Orang yang mengenakan Pakaian kumal dan badan penuh kotoran dOsa dan maksiat. Wudhu dan Shalatnya yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu berfungsi menghialngkan kotoran-kotoran tersebut.

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Perumpamaan Shalat Lima Waktu seperti sungai jernih yang berada di depan pintu rumah salah seorang diantar kamu. Dia mandi disitu lima kali setiap hari, maka tiada kotoran yang tertinggal”.

Diantara hikmah Shalat adalah Ketenangan Hati, yang bisa membuat orang yang Shalat tidak berkeluh kesah di kala tertimpa kesusahan. Tidak kikir mendapat Rizqi.. Disini Keluh Kesah dapat menghilangkan Kesabaran yang merupakan sebab utama Kebahagiaan. Begitu juga berlaku kikir kepada manusia dapat menimbulkan bahaya besar, yang pada akhirnya tidak percaya kepada Sang Pemberi rizqi.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan (rizqi) ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan Shalat, yang mereka dalam mengerjakan Shalatnya dengan Langgeng".
{QS. Al-Ma’arij : 19-23}

Jadi Shalat bisa menciptakan nilai terpuji :
Shalat diwajibkan sebagai rasa syukur terhadap nikmat yang telah kita terima dan rasakan.
Shalat dapat mencegah dari berbuat sombong dan berganti dengan sifat Tawadhu’, sebab di dalam Shalat, orang telah menampakkan ketinggian Tuhannya dan kehinaan dirinya sendiri.
Shalat dapat mencegah dari perbuatan keji , sebab ketika kita berdiri di depan Tuhannya dengan Khusyu dan Hina, kita merasakan Kebesaran Tuhan sehingga ia merasa takut meremehkan-Nya.
Shalat dapat menghapus dOsa, kesalahan, kehinaan dan kelalaian.
Baca Selengkapnya...

Rabu, September 10, 2008

tObat


Hai orang-orang beriman, berTaubatlah kepada ALLAH dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai.
{QS. At Tahrim: 8}


Seburuk-buruknya dOsa adalah justru orang yang tidak mau bertObat. Orang yang baik adalah orang yang merasa berlumur DOSA, dibanding merasa jadi orang yang Soleh. Jangan meremehkan preman yang bertobat, karean siapa tahu tobatnya lebih bagus daripada tobat kita yang merasa sudah banyak amal. Kalau ada seseorang yang menjerit dalam hati memohon ampunan ALLAH, dengan berderai air mata karena dia berlumur dosa, jangan kita remehkan, siapa tahu tobatnya itu selain diampuni, juga hilang dosa-dosa lainya.


Ciri Tobat seseorang diterima:
a. Terjadinya perubahan pada diri setelah dia berTobat. Orang yang berubah menjadi semakin baik, dia mendapatkan Taufik dari ALLAH S.W.T, jadi senang mencari ilmu. Kalau orang taubatnya bagus, dia akan makin senang ke agama, lebih sering menghadiri majelis taklim, memutar kaset dan radio untuk menumbuhkan ruh keislamannya dan kualitas ilmunya.
b. Dia semakin senang berbuat kebaikan, Shalatnya semakin bagus, makin tepat waktu, senang berjamaah dan sedekahnya kian melimpah.
Jangan tunda lagi, perbanyaklah ISTIGFAR, terutama sepertiga malam menjelang Subuh. Itu adalah saat tObat yang paling baik. Menjelang Maghrib dari Ashar, saat Ibadah Haji dan saat bulan Ramadhan.

Ber-ISTIGFAR-lah terus baik sambil berjalan, duduk maupun sambil berbaring.
Sabda Rasullulah S.A.W: “Wahai manusia bertaubatlah kepada Allah dan mintalah ampunan kepada-Nya! Aku bertaubat dan beristigfar (memohon ampun) kepada-Nya SERATUS KALI dalam sehari”.
(HR. Ahmad)

Baca Selengkapnya...

Puasa Ramadhan 1429H

Allah berfirman :
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).”(QS.Al-Baqarah: 185)


Puasa pada bulan Ramadhan adalah merupakan salah satu rukun Islam, Allah Ta’ala berfirman:



Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS.Al Baqarah:183)



Puasa Ramadhan merupakan salah satu dari kewajiban puasa yang ditetapkan syariat yang ditujukan dalam rangka taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT.

Kita sebagai umat Muslim yang sehat diwajibkan Puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri dan sebagainya.

NB: Puasa Ramadhan 1429H jatuh pada tanggal 01 September 2008.

semOga Puasa kita kali ini kitalah yang jadi pemenangnya dan semOga mendapatkan barOkah dari Allah SWT .... Amin ya rabbal allamin.
Baca Selengkapnya...

Minggu, Agustus 10, 2008

Tips RASULULLAH SAW … mengatasi STRES


Langkah yang harus diambil oleh orang yang beriman sebagaimana Nabi Muhammad juga mengamalkannya saat STRES melanda beliau adalah:

 
a. Meningkatkan ZIKIR.
“(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan tentram hatinya dengan cara mengingat Allah. Ingatlah! dengan mengingat Allah di peroleh ketentraman hati”.
{QS. Ar Ra’d: 28}

Jika seseorang tengah di landa Stres, Rasulullah SAW menekankan pula agar kita mempertebal kenyakinan kita bahwa hanya Allah lah pelindung atas berbagai cobaan yang menimpa kita. Yakinkan juga bahwa sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kelak akan kembali pada-Nya.

b. Meningkatkan Ibadah Shalat.
“Hari orang-orang yang beriman, Jadikanlah Sabar dan Shalat menjadi pembantumu (untuk mencapai cita-citamu karena sabar dan shalat itu menenangkan jiwa, menetapkan hati, menjadi benteng dari perbuatan salah dan selalu mendorong untuk berbuat baik). Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.
{QS. Al-Baqarah : 153}

Sikap sabar membuat manusia yang tengah dilanda emosi mampu meredam amarahnya. Pikiran yang kalut dapat diredam oleh akal dan intuisinya jernih. Sementara Shalat menjadi senjatanya untuk melebur segala gejolak jiwa yang tidak stabil yang kerap muncul.

Baca Selengkapnya...